Bahaya Sering Menggunakan Obat Penghilang Rasa Sakit

Obat Rematik | Saat mengalami gejala nyeri seperti sakit kepala, kita ini biasanya langsung mencari obat penghilang rasa sakit kepala kepala tanpa berkonsultasi kepada ahlinya terlebih dahulu. Padahal, pemakaian obat penghilang rasa sakit dalam jangka panjang dan dengan cara berlebihan bisa merusak organ tubuh.

Obat nyeri pada dasarnya cuma berfungsi untuk menghilangkan gejalanya saja. Sakit rematik contohnya, dalam menangani gejala nyeri rematik sebaiknya berhati-hati & bertanya pada ahlinya bagaimanakah penanganan yang cocok.

Bahaya Sering Menggunakan Obat Penghilang Rasa Sakit dapat memunculkan efek samping pada lambung. Jadi, jangan sampai gejala rematik mereda tapi lambung bermasalah.

Bahaya Sering Menggunakan Obat Penghilang Rasa Sakit

  • Janganlah Melakukan Kombinasi Obat

Terdapat banyak obat penghilang rasa sakit yang ternama. Masing-masing lebih efektif di bandingkan yang lain dalam mengurangi rasa sakit pada keadaan yang berbeda-beda. hal itu bergantung pada sifat & penyebab rasa sakit, usia dan riwayat medis pasien. Dari itu, amat disarankan untuk membaca aturan pakai yg telah dilampirkan, di mana aturan pemakain obat yg terlampir itu bukan hanya sebagai pajangan semata.

Ada pun beberapa obat pereda rasa nyeri yg menggabungkan beberapa zat aktif, misal saja ditambah dengan kafein atau obat pereda nyeri lain. Padahal, kombinasi product obat, belum pasti lebih efektif & belum terbukti secara ilmiah.
Pada dasarnya, obat-obat pereda nyeri sama-sama beresiko pada fungsi ginjal atau memunculkan reaksi alergi.

Obat dengan satu bahan aktif senantiasa lebih efektif daripada product kombinasi (ini yang perlu ditekankan).
Kafein tak senantiasa berguna untuk pengobatan sakit kepala. Tidak Cuma itu, untuk mencegah nyeri pencernaan, sebaiknya obat anti nyeri diminum sesudah makan & menelannya dengan air.

  • Minumlah obat maksimal 3 kali sehari

Kalau rasa sakit Kamu berlanjut selama 3 hari, atau memerlukan anti nyeri lebih dari 7 hari per bulan, Kamu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.
Konsumsilah obat pereda nyeri sesuai dengan anjuran dokter.

  • Dapat Menyebabkan Keguguran

Mungkin Kamu pernah membaca di lampiran obat tentang aturan pakai dan pantangannya. Dan kebanyakan perempuan hamil tak dianjurkan untuk konsumsi obat kecuali atas petunjuk dokter.

Obat penghilang rasa nyeri dengan kombinasi analgesik yang dikomsumsi selama kehamilan mempunyai dampak lebih besar dalam melahirkan bayi laki-laki dengan kelainan testis. Perempuan yg memakai lebih dari satu jenis obat penghilang rasa sakit pada saat yg sama, mempunyai peningkatan resiko 7 kali lipat dalam kemungkinan memiliki anak dengan beberapa kelainan.

Hati-hati mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit yang bagi ibu hamil sebelum mencapai 20 minggu atau mintalah anjuran dokter supaya aman, dikarenakan dengan usia kehamilan yg belum genap 20 minggu, dapat beresiko 7 kali lipat megalami keguguran.

Banyak para dokter yg mengingatkan biar lebih hati-hati dalam mengonsumsi obat pereda rasa nyeri. Hal ini lantaran obat pereda rasa nyeri terbukti beresiko tinggi terkena kardiovaskuler juga penyakit yg berhubungan dengan gangguan pembuluh darah seperti jantung dan stroke, juga mempunyai efek samping pada lambung dan kulit.

Bila dikonsumsi hingga 18 bulan, obat-obat semacam itu dapat melubangi usus,lambung, dan mengalami gangguan kulit yang parah berupa bercak merah di sekujur tubuh.

Bahasan Sebelumnya : Rasa Nyeri Pada Sendi Tulang

obatrematik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *